Mengapa Bali?

Mengapa Bali?

Bagian 1 • Analisis komparatif

Bali vs Pasar Properti Global

Analisis komparatif atas imbal hasil dan ambang masuk menunjukkan mengapa Bali unggul dalam rasio biaya/imbal hasil. Di bawah ini Anda dapat melihat perbandingan properti di Bali dengan negara lain.

“Selama tiga tahun terakhir, kami melihat pergeseran struktural modal dari pasar tradisional ke Asia Tenggara. Bali bahkan mengungguli Thailand dalam rasio risiko/imbal hasil – dan ini adalah tren fundamental, bukan gelembung spekulatif.”

Kepala Analis BREIG Research
Pasar Imbal hasil Kenaikan nilai Ambang masuk Likuiditas
🇮🇩 Bali 8-14% +10-15%/tahun mulai $80k Tinggi
🇹🇭 Thailand 4-7% +4-6%/tahun mulai $100k Tinggi
🇦🇪 Dubai 5-9% +5-10%/tahun mulai $350k Sedang
🇸🇬 Singapura 2-3% +1-3%/tahun mulai $800k Rendah

Mengapa Bali unggul

Hal yang perlu diperhatikan

Bagian 2 • Makroekonomi

Stabilitas ekonomi sebagai fondasi investasi

Indikator makroekonomi yang membuat Bali menarik untuk investasi jangka panjang.

Bagian 3 • Industri pariwisata

7 juta wisatawan per tahun: permintaan yang tidak surut

Arus wisatawan sepanjang tahun menciptakan permintaan sewa yang stabil dan menjamin tingkat hunian properti yang tinggi.

bali 97%

Dinamika arus wisatawan (2015-2025)

Top 5 negara asal wisatawan ke Bali

Profil penyewa

Wisatawan wellness

Bagian 4 • Infrastruktur

Kenyamanan kelas dunia: Bali membangun masa depannya

Proyek infrastruktur berskala besar dan fasilitas yang sudah beroperasi menciptakan lingkungan yang nyaman untuk tinggal dan berinvestasi.

Proyek besar dalam pengembangan

Kereta bawah tanah dan transportasi rel

Sistem transportasi umum modern akan menghubungkan kawasan-kawasan utama di pulau ini

Bandara Internasional Kedua

Peningkatan kapasitas dan konektivitas ke destinasi internasional

Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi

Jalan bebas hambatan untuk pengembangan wilayah barat dan tengah

Infrastruktur Saat Ini: Yang Sudah Berjalan

Layanan kesehatan kelas dunia
  • Bali International Hospital
  • BIMC
  • Siloam Hospitals
  • Starlink
  • Grab / Gojek
  • Serat optik
Ritel dan layanan
  • Grand Lucky
  • Pepito
  • Canggu Club
  • Bulgari
  • Marriott
  • Kempinski

Bagian 5 • Kawasan di Bali

Zonasi untuk investor: pendapatan sekarang vs kenaikan nilai

Setiap kawasan di Bali adalah pasar tersendiri dengan audiens, imbal hasil, dan profil risikonya sendiri. Pemilihan lokasi sangat menentukan keberhasilan.

Keunggulan:

  • Tingkat hunian properti unggulan mulai 64%
  • Infrastruktur maju dan permintaan sepanjang tahun
  • Pasar properti paling aktif di Bali

Yang perlu diperhatikan:

  • Kenaikan nilai melambat (puncaknya terjadi pada 2021-2022)
  • Persaingan tinggi dan tekanan pada harga sewa
  • Kemacetan (meski perluasan jaringan jalan sedang dikerjakan) dan pembangunan yang masif

Investor yang mengutamakan pendapatan sewa saat ini dan likuiditas tinggi.

Keunggulan:

  • Tingkat hunian properti unggulan sekitar 76%
  • Tarif median sekitar $204 per malam
  • Resor bermerek, pantai berpasir putih, dan wisatawan segmen premium
  • Permintaan akan vila dengan pemandangan laut dan properti resor

Yang perlu diperhatikan:

  • Nusa Dua, Jimbaran, dan Uluwatu memiliki pola permintaan yang berbeda
  • Zonasi, perizinan, dan akses jalan perlu diperiksa
  • Tingkat hunian median hingga 57% tergantung pada lokasi mikro

Investor yang berfokus pada pendapatan saat ini.

Keunggulan:

  • Tingkat hunian properti unggulan mulai 65%
  • Permintaan stabil untuk wellness, retret, dan menginap jangka panjang
  • Harga properti per m² lebih terjangkau dibandingkan Canggu

Yang perlu diperhatikan:

  • Tingkat hunian median seluruh properti sekitar 39%
  • Tarif median sekitar $64 per malam
  • Penjualan kembali biasanya memakan waktu lebih lama dibandingkan di Canggu dan Bukit

Investor yang berfokus pada segmen wellness dan horizon kepemilikan jangka panjang.

Bagian 6 • Aspek hukum

Kepastian Hukum: Kepemilikan Tanpa Risiko

Hukum Indonesia memungkinkan kepemilikan properti secara aman, tetapi pemilihan bentuk kepemilikan yang tepat sangatlah penting.

Bentuk kepemilikan properti

Leasehold (Hak Sewa)

Sewa untuk jangka waktu 25-30 tahun dengan kemungkinan perpanjangan.

Keunggulan:

  • Ambang masuk rendah
  • Dapat diperpanjang

Ciri khusus:

  • Waktu terbatas
  • Ketergantungan pada pemilik

Investasi jangka pendek dan menengah.

Daftar periksa due diligence

Bagian 7 • Tentang pengembang

BREIG adalah pengembang tepercaya

BREIG adalah pengembang siklus penuh sejak 2016 yang membangun sesuai standar kualitas yang jelas dan dalam kerangka peraturan setempat.

Siap memilih properti di Bali?

Kami tawarkan opsi dengan perhitungan imbal hasil

Tanpa spam. Hanya opsi dan angka yang konkret.

Cara kontak yang diinginkan

Dengan mengirim formulir ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.